Pertemuan..

Aku terbangun dengan nafas memburu.. Mimpi yang sama.. Sebuah pertemuan. Aku dan kau. Masih sama seperti saat terakhir kali aku melihatmu.. Dengan lesung pipit di pipi kirimu, kau tersenyum padaku.. Tanpa kata yang terucap.. Ketika kita sudah saling berhadapan dan aku baru saja hendak mengucapkan sebuah kata.. kau menghilang..

Ya, kau menghilang.. tanpa kata.. tanpa ucapan selamat tinggal..

Ini sudah yang ketiga kalinya selama 3 hari berturut-berturut. Ada apa denganmu Rio? Mengapa harus sekarang..? Mungkinkah ini sebuah pertanda? Entahlah.. aku hanya merasa tak memiliki keistimewaan tentang indra keenam atau hal semacam itu. Ya, aku tak bisa membaca pertanda. Apalagi hanya melalui sebuah mimpi.

Yang pernah kudengar, mimpi itu hanyalah ungkapan pikiran dari alam bawah sadar yang di-repress hingga muncul ke alam mimpi. Benarkah demikian? Benarkah bahwa sebenarnya di alam bawah sadarku aku memikirkanmu? Entahlah Rio.. tapi sejujurnya.. aku memang perlu membicarakan sesuatu denganmu..

***

“..nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi.. Mohon periksa kembali nomor tujuan anda..”

Ah Rio.. aku lelah mencarimu.. lelah menunggumu.. Dan kali ini kuputuskan.. sudah saatnya aku melepasmu..

***

Aku menatap wajah haru ibu dan ayahku, wajah bahagia orang-orang yang kucintai.. Wajah penuh keteduhan pria bermata coklat yang kini menyematkan cincin berlapis emas putih pada jari manisku. Dan aku mencium hormat tangannya. Hari ini, ia resmi menjadi imamku..

***

Seorang pria berjalan perlahan.. langkahnya terhenti saat ia memandang takjub gadis cantik di hadapannya..

Lirih suaranya terdengar..

“..kamu cantik sekali hari ini Nadia, kamu sungguh memukau….


Pria berlesung pipit itu berjalan gontai memasuki sebuah gedung pernikahan.. sebuah nama terukir pada sebuah souvenir cantik dalam genggaman tangannya.. Pernikahan Nadia dan Bayu.. 27 Nopember 2010..

 

..akhirnya kau datang Rio.. Ya.. setelah 2,5 tahun aku menunggumu… Tahukah kau, betapa selama 2,5 tahun itu aku selalu berharap kau akan datang untuk menemuiku dan mengatakan bahwa kau masih mencintaiku..

Maapkan aku Rio.. tapi untuk kali ini..

 


kau datang terlambat..

 

 

…dan ia sangat beruntung memilikimu, Nadia..”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s